Hari Guru 25 November 2020 (MERDEKA BELAJAR)
Selamat Hari Jadi Bapak dan Ibu Guru!
Tahun ini tema Hari Guru Nasional adalah "Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar".
Peringatan Hari Guru Nasional tidak bisa dilakukan seperti biasanya karena krisis pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air.
Setiap ulang tahun, pasti ada peringatan, ada perayaan dan kegembiraan bersama siswa didik. Namun seharusnya tidak sebatas itu saja. Di dalamnya ada harus ada perenungan, sebuah evaluasi.
Merdeka Belajar adalah program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju. Menurut Nadiem Makarim, esensi kemerdekaan berpikir harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa siswi. Dalam kompetensi guru di level apa pun, tanpa ada proses penerjemahan dan kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan pernah ada pembelajaran yang ada.
Sistem pengajaran juga akan berubah dari yang awalnya bernuansa di dalam kelas menjadi di luar kelas. nuansa pembelajaran akan menjadi lebih nyaman, karena murid dapt berdiskusi lebih baik dengan guru, belajar dengan outing class, dan tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi lebih membentuk karakter peserta didik yang berani, mandiri, cerdik dalam bergaul, beradab, sopan, berkompetensi, dan tidak hanya mengandalkan sistem rangking yang menurut beberapa survei hanya meresahkan anak dan orangtua saja, karena pada prinsipnya setiap anak mempunyai bakat dan kecerdasan dalam bidang masing-masing. Nantinya, akan terbentuk para pelajar yang siap kerja dan kompeten, serta berbudi luhur di lingkungan masyarakat.
Tema Merdeka Belajar ala Pak Menteri Pendidikan Nadiem adalah unit pendidikan yaitu sekolah, guru-guru dan muridnya punya kebebasan. Kebebasan untuk berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreatif.
Namun sebagai pendidik muslim, makna kebebasan ini menurut saya harus disikapi hati-hati. Kebebasan Guru dibenarkan dalam penggunaan metode ataupun strategi dalam kelas. Proses transfer pengetahuan bisa melakukan metode apa saja, yang berguna untuk memudahkan siswa memahami pengetahuan yang diberikan. Metode yang mampu mencerdaskan akal siswa dan meningkatkan kemampuan berpikir anak, hingga sampai mengubah perilakunya menjadi soleh solehah. Kurikulum yang digunakan harus menyandarkan kepada landasan hukum Islam, bukan kepada landasan kapitalis sekuler. Materi pelajaran disesuaikan berdasarkan aqidah Islam.
Selama cara berpikir para guru tak memiliki landasan yang jelas, konsep berpikir bebas dan mandiri ini bisa mengarahkan siswa pada hal-hal yang bertentangan dengan Islam. Seperti pemikiran liberal, sekuler, hingga komunis.
Jika program Merdeka Belajar ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM, maka program ini tidak boleh sebatas mengganti teknis pelaksanaan sistem saja. Program juga harus membahas masalah-masalah pembelajaran dan solusinya
SDM unggul bukan hanya sekedar nilai bagus dan keterampilan memuaskan. SDM unggul jika dan hanya jika generasi memiliki keperibadian yang baik, karakter yang mulia dan memahami manfaat dan tahu bagaimana cara mengamalkan ilmu mereka, mampu mengindra fakta secara rinci dan mempu mempresentasikan ilmu dengan bahasa mereka sendiri. Disinilah proses belajar berlangsung.
Dengan metode dan strategi mengajar guru yang bebas kreatif, landasan hukum kurikulum Islami yang di gunakan dan proses belajar yang sesuai kebutuhan siswa-siswa sudah berlangsung, maka diharapkan mampu menuju cita-cita pendidikan yang di tuju, yaitu melahirkan generasi yang berkepribadian unggul, cerdas ilmu dan teknologi, serta bermanfaat untuk kemaslahatan umat manusia.
Jika demikian langkah yang sudah dicapai, maka siswa-siswa sudah Merdeka Belajar!
__________________
Indah Rahim
25 November 2020
Selamat Hari Guru
Semoga tetap bisa bermanfaat dan memberikan yang terbaik
#YukKembaliMembacaBuku
Komentar
Posting Komentar