Bapak dan Lapang Dada 3 (Makan Bersama)

Dahulu hidup lah  keluarga bahagia, yaitu seorang  bapak , ibu dengan anak- anaknya yang banyak. Mereka selalu menghabiskan waktu dengan ngobrol dan makan  bersama di meja makan. Tentunya meja  yang besar. Banyak hal yang di bicarakan saat itu,  dari kegiatan  anak-anak di sekolah, kerjaan  ibu yang ber-aneka ragam di rumah sampai  terkadang cerita lucu di kerjaan atau kegiatan olahraga si bapak. Semua berebut ingin  bicara dan serius mendengar jika ada yang sedang bicara. Kegiatan makan bersama adalah hal yang di tunggu karena menyenangkan.

 

Walaupun begitu, pusat  pembicara tetap saja bapak dan ibu.  Jika giliran bicara tiba, bapak selalu bercerita dengan intonasi yang  rendah, pelan dan lembut sehingga bisa di pahami anak-anaknya. Namun  ada yang menarik,  apapun cerita   si bapak selalu di akhiri kesimpulan sederhana yang sama. Seperti sebuah penguatan, untuk di pahami dan di lakukan seluruh keluarga.  Kegiatan makan bersama terus di lakukan dengan kebahagiaan dan rasa syukur yang bertambah.

 

Suatu saat rasa sedih tiba. Kursi si bapak kosong. Hanya ada ibu. Makan bersama tidak sempurna lagi. Tidak hanya di  pagi, siang,  malam hari pun sepi. Si bapak sudah pergi. Namun semua keluarga harus  tetap makan. Bapak juga tidak mungkin kembali.  Saat itu, kesimpulan cerita bapak ketika masih ada dan selalu berulang di ucapkannya menjadi penguat bagi si ibu dan  anak-anaknya, yaitu "Apapun yang terjadi dalam hidup, berlapang dada lah", Ikhlaskan, karena semua  harus  tetap berjalan". Si bapak sudah memberi tanda kepergiannya jauh hari, di saat-saat  mereka makan  bersama.

 

 

______________

Indah Rahim

Medan 2 Agustus 2020

#YukKembaliMembacaBuku

Kangen bapak ibu ❤️

Komentar

Postingan Populer