Yuk, Kembali Membaca Buku
Al-Jahizh dalam buku LaTahzan menasehatkan untuk senantiasa membaca dan mengkaji buku. Abu Ubaidah mengatakan bahwa al-Muhallab pernah berkata kepada anak-anaknya dalam wasiatnya, "wahai anak-anakku, janganlah kalian tinggal di pasar, kecuali dekat dengan pembuat baju besi dan pembuat kertas. Ibnu al -Jahm berkata, " Jika kantuk belum datang menyerang sebelum waktunya, maka saya akan mengambil salah satu dari buku hikmah. Dengannya saya merasakan gelora untuk mendapatkan nilai-nilai dan kecintaan terhadap perbuatan baik. Membaca dan belajar mempunyai kekuatan hati dan meliputi nya dengan kebahagiaan", lanjutnya
Buku adalah teman duduk yang tidak akan memuji mu berlebihan, sahabat yang tidak berkhianat dan membuat bosan. Dia sangat toleran dan tidak akan mengusirmu. Dia tidak akan menipumu dengan kemunafikan dan tidak akan memaksamu memgeluarkan apa yang kamu miliki atau tidak kamu miliki. Dengannya tiada kebohongan (Dr. 'Aidh al-Qarni)
Banyak hal memberikan keuntungan dalam buku. Kenikmatan membacanya mampu menajamkan intelektual, membuat lidah tidak kelu, memperkaya ungkapan bahkan memperkaya jiwa dan menenangkannya sekaligus.
Kesendirian tidak akan membahayakan selama bersama buku. Selalu mendapat manfaat yang besar dan menghindarkan diri dari melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat dan kesenangan yang tidak berarti. Menghalangi dari main-main yang menghabiskan waktu.
Buku adalah pilihan terbaik untuk menghabiskan waktu. Memberikan dorongan untuk berkreasi, membentuk kepribadian, menjaga kehormatan, meluruskan agama dan mengembangkan harta.
__________
#YukKembaliMembacaBuku
Buku bisa memberi pemahaman In Shaa Allah
Komentar
Posting Komentar