Ibu yang Famous (Tulisan di Hari Ibu)
Jam 8 pagi adalah jam yang asyik. Itu adalah jam rutin menelepon ibu sambil ngopi. Biasanya telepon diawali salam, kemudian... "Udah sarapan ibu? Gak selera? Kenapaa? Ayoolaahh makaann.. dsb dsb.. (hehehe..trus kami ngobrol lain, seperti biasa). Kami mempunyai banyak tema jika mengobrol. Semuanya menyenangkan dan sekaligus menguatkan. Obrolan pagi dengan ibu hukumnya wajib karena mampu menambah energi seharian. Kami akan berhenti ngobrol jika saya bersiap ngajar, mau ke butik atau ibu lagi sibuk. Dengan kata-kata perpisahan dari ibu seperti ini :
"Dek ibu blom dhuha..ibu mau cerita..tapi nanti siang ya, ada temen yang mau datang, bentar lagi".
Dek, ibu di jeput bu Endang (sohibnya) mau belanjaπ. Dek, ibu mau ke Jakarta ini, ntar sampe sana ibu kabari, atau ..dek ibu sudah di jeput, mau ngaji ( keren ibu, banyak kawannya, banyak yang suka, berebut menjemput π).
Obrolan juga kadang di tutup dan di sertai pesan-pesan seperti. "Ntar tahajud ibu banguni jam berapa?, jangan lupa sedekah infaq hari ini. Kalau ngaji yang tertib setiap hari walau satu ayat ya..atau kan ada tukang sampah yang suka masuk kompleks abadi ituuuu..kasihkan lah uang makan siang untuk merekaaa, .. atau jaga kesehatannya, jangan terlalu lelah dan jangan ngebut yaa..(memangnya adek pembalap bu? π) dan lain-lain nasehatnya, kemudian klik, hp mati..hohoho.. (lagi buru buru sihh π)
Saat
itu saya ingat tanggal 22 desember jatuh di hari Selasa.. (bukan hari pengajian
ibu, jadi amanlah bisa lama nelpon pagi-pagi). Asyiik nih ..hehehehe.. Inilah
pembicaraan kami.
Saya : Bu, selamat hari Ibu yaaa.. Terima kasih atas semuanya yaa... Udah sarapan ibu? Pakai lauk apa? Udah minum susu?
Ibu : Iya dek.. Sudah makan bubur. (Tapi ibu sepertinya buru buru )
Dek .. Ibu mau ke rumah sakit, bezuk bu Puji, lagi sakit.. Ibu gak bisa lama-lama telponan ya... Maaf ya sayaaang.. (ibu Puji adalah sahabat ibu yang menyediakan rumahnya untuk kumpulan pengajian ibu-ibu. Terkenal baik, dermawan dan solehah. Ibu suka sekali dengan ibu Puji dan suka menceritakan kajian-kajian nya kepada saya untuk menasehati) "Nanti ibu telpon adek ya.. ibu sudah di jeput ini, jangan lupa dhuha dulu yaa naak... Assalammualaikum...udahh yaaa..
Saya : buuu.. buuu.. buuu, adek mau ceritaaaaa...(gak dengar lagi lah..hp sudah di matikan kok π)
Begitulah susahnya punya ibu famous π
_______________
"Selamat Hari Ibu ya.. Ayo semua segera hubungi ibu nya.. Ibu kamu lagi menunggu. Hanya ibu yang sanggup mendengar pembicaraan kita tanpa prasangka, bahkan jika itu berupa rumpian kosong. Dia yang bisa merapikan kita tanpa lelah dan selalu mendoakan kita tiada pamrih, hanya ibu yang menerima kita apa adanya dan yang punya kesabaran seluas samudera. Ayo.. bersabar juga terhadap tua dan lemahnya.".ππ
Indah Rahim
Yasmin Bogor (Desember 2017)
#YukKembaliMembacaBuku
Dari catatan harian yang sudah sangat lama
Komentar
Posting Komentar