HGN 2017, Kerjasama Antara Guru dan Murid

Tema utama  Hari Guru Nasional (HGN) 25 November 2017 adalah pendidikan karakter dan keteladanan guru. Dua frasa tersebut selaras dengan kebijakan prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yaitu Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)  yang menempatkan guru sebagai aktor utama dalam implementasi PPK.

 

Dengan tema tersebut, Kemendikbud berharap dan mengajak semua pihak untuk mewujudkan  suasana sekolah yang kondusif untuk mempercepat pembentukan karakter siswa. Dalam hal ini, pengertian semua pihak diatas adalah tidak hanya guru namun juga orangtua (selanjutnya disebut sebagak praktisi pendidikan). Guru sebagai aktor utama keteladanan di sekolah dan  orangtua adalah aktor teladan di keluarga. Keduanya harus berperan aktif dalam proses terwujudnya tujuan pendidikan siswa.

 

Tujuan pendidikan karakter siswa diantaranya mengembangkan potensi afektif peserta didik. Sehingga dalam upaya pembangunan karakter nya di perlukan upaya sungguh sungguh dalam membangun karakter tersebut. Nilai nilai yang perlu di kembangkan kepada mereka adalah Religius,  Integritas, Kemandirian, Kreatifitas, Gotong Royong, Mampu Bekerja Sama dalam Team dan Bersikap Nasionalis.

 

Kedua aktor baik guru dan orangtua mempunyai peran yang sama yaitu tidak saja mampu menciptakan lingkungan  kondusif tercapainya tujuan tapi juga bisa membuat kurikulum yang sesuai kemampuan peserta didik. Guru harus menciptakan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman namun penuh kedisplinan, penuh kreatifitas dan persahabatan bertanggung jawab dalam rasa kebangsaan yang tinggi penuh harga diri. Sedangkan orangtua juga harus menciptakan lingkungan ataupun membuat kurikulum pembelajaran sendiri sehingga mampu melengkapi kurikulum dari sekolah. Dasar menciptakan kurikulum keluarga adalah orangtua harus peka terhadap segala kelebihan dan kelemahan anak, harus mampu mengkondisikan perasaan diterima apa adanya bahkan jika anak anak melakukan kesalahan dalam proses kreatifitas. Karena sejatinya kreatifitas tidak membutuhkan nilai namun prinsipnya adalah mau berani mencoba sesuatu yang baru, berani meghadapi resiko kegagalan, memberi kesempatan anak anak untuk mencoba semua hal yang akhirnya adalah menumbuhkan semangat anak dan meningkatkan kepercayaan diri mereka. Orangtua harus memastikan bahwa proses kreatifitas berjalan terus menerus dengan penuh semangat keceriaan.

 

Hubungan antara pihak sekolah dengan orangtua adalah hubungan yang saling membantu menguatkan dan menutup kelemahan jika pun ada.

 

Menjelang hari guru ini, selayaknya sebagai   praktisi pendidikan kita harus  mengambil semangat Ki Hadjar Dewantara  sebagai Bapak Pendidikan Nasional, yang sudah memajukan pendidikan Bangsa Indonesia. Beliau adalah seorang bangsawan namun sangat peduli dan nempunyai cita cita mulia dalam memajukan masyarakat Indonesia.  Seharusnya semua pengajar mendapatkan motivasi dari semangat semboyan beliau, mampu memperoleh inspirasi dari kegigihan dalam memajukan pendidikan bangsa.

 

Semboyan beliau yang terkenal dalam dunia pendidikan Indonesia adalah:

  • Ing ngarso sung tuludo (di depan memberi contoh).
  • Ing Madyo mangun karso (di tengah memberi semangat).
  • Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan)

 

Semboyan yang terkenal ini seharusnya tidaklah menjadi sia sia. Praktisi pendidikan harus mampu menciptakan keseimbangan antara olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga untuk memperkuat karakter siswa.  Semestinya ini menjadi pedoman bagi praktisi pendidikan sekaligus penyemangat dalam melakukan proses pembelajaran siswa sehingga tujuan pendidikan nasional dapat terwujud dengan baik.

 

Akhirnya, keberhasilan siswa sebagai manusia sekaligus warga negara tergantung dari upaya guru dan orangtua sebagai praktisi pendidikan. Kerja sama dan keteladanan  antara keduanya sangat di perlukan untuk memperkuat karakter siswa. Semboyan Ki Hadjar Dewantara harus terus di gunakan, tidak hanya sebagai pedoman pembelajaran di sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan  namun juga dapat di gunakan sebagai pedoman hidup sehari hari.

 

 

 

___________________

#YukKembaliMembacaBuku,

karena Buku merupakan salah satu sarana pendidikan karakter siswa ✊

*ditulis 23 November 2017

 

Komentar

Postingan Populer