Menjaga Pandangan
Pandangan merupakan pemandu dan utusan syahwat. Menjaga pandangan merupakan tindakan utama dalam menjaga kemaluan.
Nabi bersabda:
"Janganlah kamu mengikutkan pandangan dengan pandangan berikutnya. Sebab, hanya pandangan pertama saja yang di bolehkan bagimu, tidak untuk pandangan setelahnya."
"Pandangan merupakan panah beracun dari anak-anak panah iblis. Maka barang siapa menahan pandangannya dari kecantikan seorang wanita karena Allah, niscaya Allah akan memberikan kenikmatan dalam hatinya sampai hari pertemuan dengan-Nya."
Diantara bencana yang di timbulkan pandangan adalah penyesalan, malapetaka dan sakit hati. Tatkala seorang hamba melihat sesuatu yang ia tidak mampu meraihnya, juga tidak mampu bersabar atasnya, sesungguhnya hal ini merupakan salah satu bentuk siksaan yang paling pedih. Yaitu, penderitaan yang menerpa manakala kamu melihat perkara yang kamu tidak mampu bersabar atas perkara tersebut, tidak juga atas sebagiannya, bahkan kamu tidak mempunyai kemampuan sama sekali meraihnya.
Seorang penyair berkata:
Setiap kali engkau umbar pandangan yang jadi utusan hatimu, maka setiap yang kau pandang itu akan mengelisahkan hatimu. Engkau melihat sesuatu yang seluruhnya tidak mampu kau dapatkan, dan atas sebagiannya pun kau tidak punya kesabaran.
Syair diatas bermaksud kamu melihat sesuatu yang tidak mampu di raih sama sekali, meskipun hanya sedikit, sementara kamu juga tidak mampu bersabar atas sebagiannya.
Berapa banyak orang yang mengumbar pandangannya dan tidak menghentikan perbuatan ini akan terbunuh oleh pandangannya sendiri.
Pandangan seseorang ibarat anak panah yang jika sampai kepada sasaran, yaitu apa yang di pandangnya, akan menempati satu tempat dalam relung hati yang memandang.
Bait syair lainnya adalah
Engkau selalu mengikuti pandangan demi pandangan terhadap setiap sesuatu yang menawan.
Engkau menyangka hal itu adalah penawar luka yang kau derita, namun kenyataannya justru mendatangkan luka diatas luka
Maka kau sembelih matamu dengan pandangan dan tangisan, sedangkan hatimu kau jadikan sembelihan yang sebenarnya
Ada yang berkata: " Menahan pandangan lebih ringan di bandingkan penyesalan yang terus berlangsung."
___________________
Indah Rahim
Penang, 3 desember 2019
Apalah arti hidup tanpa membaca? Apalah arti hidup tanpa menulis? Apalah arti hidup tanpa berbagi?
#YukKembaliMembacaBuku
Sebuah tulisan dan syair dari Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Komentar
Posting Komentar