Holopis Kuntul Baris

Saya mendengar kata kata ini dari suami saya sepulangnya beliau dari pelatihan di Yogyakarta.
Slogan ini sebutkan oleh salah satu narasumber yang terkenal, yang mengisi salah satu materi di pelatihan tersebut. Ingin tahu lebih lanjut, saya mencari nya di wikipedia.
Dari beberapa pengertian yang dibaca, maka saya dapat detail nya, yaitu Holopis Kuntul Baris adalah sebuah peribahasa. Kira kira sama dengan peribahasa Jawa, saiyeg saeka praya, bebarengan mrantasi gawe. Artinya, kurang lebih seiya sekata, bekerja sama. Tapi holopis sendiri bukanlah kosa kata Jawa. Ada yang menyebutkan berasal dari Belanda, ada juga yang mengatakan peribahasa Portugis. Kuntul adalah sejenis burung bangau yang selalu terbang berbaris, berkelompok dalam formasi seperti ujung panah, mirip konfigurasi pesawat tempur. Jadi kira kira pengertian holopis kuntul baris adalah semangat seiya sekata seperti burung kuntul yang terbang tinggi rapi berbaris. Dalam pengertian lain, peribahasa tersebut mempunyai makna gotong royong atau melakukan hal hal yang besar secara bersamaan.
Bung Karno mengobarkan semangat gotong royong bangsanya dengan mengucapkan holopis kuntul baris saat berpidato. Kemudian, mereka menyanyikan slogan tersebut sambil bergotong royong.

Slogan itu membakar jiwa para pemuda untuk semangat membela negara. Terbukti kita merdeka. Mungkin seru ya jika kita kembali menggunakan slogan ini, dimana pun kita berada dan apapun pekerjaan kita. Penting juga bagi kita di saat sekarang ini untuk mengingatkan kembali anak anak muda untuk bergotong royong dengan penuh semangat untuk mencapai kepentingan bersama. Karena gotong royong merupakan ciri bangsa Indonesia dan dasar Filsafat bangsa. Kenyataannya adalah bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia adalah makhluk sosial.

Manusia mempunyai kelemahan dan kelebihan, ada saling membutuhkan dan ketergantungan dengan orang lain dan lingkungannya, tanpa melihat perbedaan. Sehingga kita harus berikhtiar mempertahankan hubungan dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan. Itu adalah dasar menguatkan makna gotong royong ke anak anak muda. Mereka tidak hanya di beri pengertian namun juga harus diberi contoh bagaimana bergotong royong, sehingga tidak tumbuh menjadi pribadi yang mementingkan diri sendiri. Anak anak harus tumbuh dengan pola hidup peduli dan sadar terhadap sesama dan lingkungannya, bersahaja tidak hedonis, karena di sekelilingnya banyak juga warga yang tidak mampu, tidak mempunyai sikap acuh tak acuh terhadap kesulitan orang lain, mempunyai respon yang cepat dalam menyelesaikan masalah sekitar dan mampu bertanggung jawab terhadap kerja yang di berikan. Bila semangat ini tumbuh, maka anak anak kita akan merdeka dari penjajahan apapun atau siapapun, baik sekarang ini maupun di masa depan. Anak anak muda kita akan berbaris berkelompok dengan formasi siaga seperti burung kuntul terbang, seperti konfigurasi pesawat tempur bersiap bertempur menghadapi kesulitan bersama, dengan penuh semangat. Yuk, Kita mulai lagi bergotong royong dengan mengajak semua keluarga, untuk peduli terhadap sesama dan lingkungan. Kita mulai dari komunitas yang paling kecil yaitu diri sendiri, keluarga, kemudian perumahan, kampung, organisasi dan akhirnya negara. Agar kita menjadi bangsa yang lebih bermartabat, maju penuh percaya diri, produktif dan siap menghadapi masalah dan persaingan global. Slogan ini terbukti tidak hanya mampu membakar semangat gotong royong dan semangat seiya sekata namun juga bisa menyemangati diri sendiri.

Holopis kuntul baris saya sekarang adalah mengajak diri dan anak2 untuk kembali membaca buku. Karena buku merupakan salah satu sarana membentuk karakter anak anak muda. Yuk..membaca! Mulai sekarang jika kita akan memulai sesuatu pekerjaan, teriakkan dan panggil semua semangat - seperti pejuang dan para pendahulu yang terbukti mampu memerdekakan bangsa ini - dengan: Holopis Kuntul Baris Holopis Kuntul Baris Holopis Kuntul Baris
MERDEKA

___________
Indah Rahim
Medan 3 des 2017
Semangat senin dengan #YukKembaliMembacaBuku

Komentar

Postingan Populer