Cukuplah Allah Bagi Ku

"Saat terluka aku membutuhkan waktu menenangkan hati
Hanya aku yang bisa melakukannya, dengan keyakinan; Cukuplah Allah bagiku"
(Sebuah Penegasan)
_______
Diam melihat pohon dengan daun-daun nya yang berguguran
Mendengar suara angin
Sepoi namun mampu melambaikan daun dan ranting
Suara gemericik air di depanku melengkapi
Sambil terus mencari suara yang mampu mendamaikan
Mata dan pikiran, ku usahakan  lebih banyak bekerja dari hati yang luka

Tahukah, aku lelah
Lemah ku bisiki rumput di sebelah
Bisakah kau sampaikan, hai rumput kepada siapa saja
Aku lelah, ku ulang bisikanku berkali

Kemudian aku berganti tempat, karena rumput mengabaikan
Ada seorang yang lewat, ku sampaikan ketidakmampuan ku
Dia meneruskan perjalanan sambil berkerinyit memandang aneh
Nyaris putus asa karena ketika semua yang ku harap untuk dimintai pertolongan, mengabaikan
Sekuat apapun teriak, suara ku kembali bergaung memantul seolah menertawakan
Aku justru semakin lelah

Kemudian aku kembali diam
Ku lihat langit, ada awan berkelompok warna mereka biru cerah
Hari ini tidak  hujan batinku
Hari ini tidak akan hujan, aku merapalnya
Sesungguhnya alam saat ini tidak sekeruh hati

Ku pandangi langit lagi lebih lama, menghirup udara nya dan mengatur pernafasan pelan 
Ku ambil sebanyak kemampuan energi alam
Di ujung langit ada burung-burung yang berlari saling mengejar, bebas bahagia
Gerakannya seolah-olah meninggalkan tulisan di dinding langit, seperti memberi pesan

"Hanya kau sendiri yang bisa menenangkan hati mu
Kau yang menyelesaikannya,
Mintalah pertolongan Allah, Cukupkan lah Allah bagimu ".

Aku kembali berjalan, memegang keyakinan "Cukuplah Allah bagiku".
--------------
Indah Rahim
KSSIL Kisaran (Maret 2019)
 #YukKembaliMembacaBuku
Karena buku mampu menguatkan keyakinan

Komentar

Postingan Populer