Bapak Dan Lapang Dada 1

Saat kecil, bapak selalu memberi pesan untuk selalu berjiwa besar. 
Sambil makan bersama biasanya nasehat di sampaikan.

Dahulu, jiwa besar saya artikan sebagai sabar jika mainan diambil, 
mengalah dan saling memaafkan jika bertengkar,
 menerima jika di nasehati, akur bersaudara dan berteman dengan siapa saja.
Bapak mungkin mempunyai arti lain dalam pengertian jiwa besar tersebut, 
tapi saat itu saya memahaminya sesederhana diatas.

Dewasa ini pengertian jiwa besar menurut bapak, saya adaptasikan menjadi lapang dada 
yaitu Ikhlas atau merelakan segala ketentuan yang terjadi. 
Keikhlasan menerima diri dan orang lain apa adanya, 
menerima situasi kondisi apapun dengan rela dan tetap bersyukur.

Beberapa saat yang lalu saya berdiskusi dengan sahabat. 
Beliau menambahkan ilmu agar lapang dada bertambah mantap, yaitu dengan menambah kemampuan memandang satu masalah dari berbagai sudut. 
Ini akan membuat kita menjadi lebih bijaksana dan tenang dalam menghadapi masalah.

Dalam hukum Islam ternyata lapang dada merupakan karunia pemberian Allah Ta'ala dan taufik dari NYA. Menurut kajian Syekh Prof. Dr. Abdurrazak yang disusun oleh Ust. Fuad Hamzah B, Lc. dalam Artikel Muslim.Or.Id, dibawah ini adalah sebab- sebab agar dada menjadi lapang:

• Mentauhidkan Allah Ta'ala dan ikhlas hanya kepada NYA
• Cahaya keimanan yang Allah berikan pada hati seorang hamba
• Ilmu yang bermanfaat yang sumbernya dari Al-Quran dan sunnah Nabi
• Inabah (kembali) kepada Allah Ta'ala dan cinta kepada NYA
• Konsisten dan terus menerus dalam zikir kepada Allah
• Berbuat baik kepada semua makhluk
• Keberanian dan kuatnya hati (tidak pengecut)
• Menghilangkan kedengkian (penyakit hati)
• Meninggalkan fudhul (berlebih lebihan), baik ucapan, pandangan mata, pendengaran ataupun makanan
• Baik dalam ittiba' (mengikuti) Nabi

Dari point diatas, pengertian lapang dada yaitu perpaduan antara ikhlas, sabar dan tawakkal sepertinya sudah di sampaikan bapak, dengan bahasanya yang sederhana dan di contohkan dengan perilaku nya yang sahaja.

Bagi bapak yang atlit sepak bola, maksud jiwa besar berkaitan dengan hal-hal seperti : kami harus berani dalam menghadapi banyak hal, kuatnya hati dalam keyakinan dan bersikap tidak menjadi pengecut.
Untuk sikap bapak yang selalu sederhana, gaya yang tidak berlebihan dalam segala hal juga adalah sikap yang harus kami miliki.
 Komitmen dan bisa bekerja sama dalam satu team juga hal yang di wajibkan. 
Bagaimana tidak, bola tidak akan bisa menghasilkan gol yang spektakuler jika tidak ada kerjasama kesebelasan. 
Dan yang tidak bisa terlupakan adalah betapa konsistennya bapak terhadap dua hal penambahan ilmu. Pertama, adalah kebiasaannya membawa jalan-jalan berekreasi. 
Kedua, adalah paksaannya yang lembut untuk membentuk kebiasaan kami membaca buku. 
Kedua kebiasaan itu benar-benar membantu saat masalah tiba.

Berwisata membuat jiwa lebih segar bahagia dan menambah pengetahuan 
sedangkan membaca buku membantu melihat masalah dari sisi lain. 
Setiap pekan, kedua hal tersebut kami lakukan bersama-sama bergantian. 
Minggu ini pergi ke tempat wisata dan minggu berikutnya bapak membawa kami ke toko buku kecil di tengah kota.

Demikianlah usaha bapak kepada anak anaknya dalam menanamkan arti jiwa besar.
Semua yang di nasehatkan di harapkan menjadi bekal penting untuk memikul tanggung jawab dan peran sehari-hari.

Akhirnya, hanya kepada Allah Ta'ala kita bermohon agar mendapatkan taufik untuk memiliki hati lapang atau jiwa yang besar dalam menjalani tugas kehidupan, seperti doa Nabi Musa 'alaihissalam ketika di beri tugas berat menghadapi fir'aun, yaitu, "Ya Allah, lapangkanlah untukku dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku". (QS: Thaha 25-26).

_______________
Indah Rahim
Bandar Betsy Simalungun - Sumatera Utara (2015)
#YukKembaliMembacaBuku
Tak terkira ucapan terima kasih untuk Bapak, Semoga Allah membalas semua kebaikan yang Bapak berikan, menghapuskan dosa-dosanya, melapangkan kuburnya dan menempatkan Bapak di surga NYA.
Aaamiinn YaRabbillAlamiin.

Komentar

Postingan Populer