Wanita yang Hatinya Teguh
Khansa merelakan empat putranya untuk ikut bertempur di jalan Allah, dan ketika mereka semua terbunuh, dengan bangga hati ia berkata, " segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan kematian anak anakku dalam keadaan syahid di jalan -Nya."
Seorang wanita tua tetap berpegang teguh pada ketauhidannya saat Hajjaj ibn Yusuf memenjarakan anak lelakinya dan kemudian bersumpah akan membunuh anak tersebut bila ia tidak mau meninggalkan keislamannya. Bahkan, dengan keberaniannya dan keteguhan hati ia justru berani menentang Hajjaj seraya berkata, "Walaupun engkau tidak membunuhnya, suatu saat anakku juga pasti mati."
Asma binti Abu Bakar tetap tegar dan tabah melihat putranya, Abdullah ibn Zubair mati terbunuh dengan disalib. Saat itu, ia melontarkan perkataannya yang cukup masyhur hingga sekarang ini, yaitu "Agaknya, memang sudah saatnya si penunggang kuda ini harus berjalan kaki."
Cerita diatas adalah kisah kisah tentang keteguhan wanita.
Wanita yang tawakal kepada Allah.
Ta'at dan ridho bahwa Allah Maha Tahu mana yang terbaik.
Yang sabar tatkala kehilangan, kesulitan maupun kesakitan.
Segala bentuk bencana , seberat apa pun deritanya, niscaya memiliki jalan keluar yang pasti datangnya.
Kita harus menjadi wanita tawakal kepada Allah, saat ketimpa musibah memandang langit menadahkan tangan seraya berdoa dengan penuh keyakinan:
" Wahai Allah, Engkaulah sebaik baik penolong. Aku bermohon kepada Mu angkatlah semua beban kesulitanku dan berikanlah aku jalan keluar yang Engkau ridhoi."
"Janganlah kalian bersikap lemah dan jangan (pula) kalian bersedih hati, sebab kalianlah orang - orang yang paling tinggi derajatnya."
___________________
Medan Indonesia
Dari buku "Menjadi Wanita Paling Bahagia" Dr. 'Aidh al-Qarni
#YukKembaliMembacaBuku
Buku membuat mu teguh
Mantap
BalasHapus